Topik Kita Antv

Saksikan Topik Kita ANTV Setiap Senin Pukul 24.00 wib Mengupas Fenomena Sosial di Kehidupan Masyarkat

Suku Pedalaman Manokwari Papua Barat di Topik Kita ANTV

Topik Kita ANTV Edisi Suku Pedalaman Manokwari Papua Barat Senin 2 Januari 2012 Pukul 12 Malam.


Manokwari Ibukota Provinsi Papua Barat Semakin Hari Semakin Berkembang, Terletak di Bagian Kepala Burung Pulau Papua. Manokwari Memiliki Topografi Dataran Rendah Perbukitan Serta Pengunungan yan Kaya Akan Potensi Alam.

Secara Etimologi Manokwari Berasal dari Bahasa Biak Numfor yang Berarti Kampung Tua. Sebab Manokwari Dikenal Sebagai Kota Tertua dan Tempat dimulainya Penyebaran Injil di Tanah Papua Oleh Para Misionaris

Dibalik Kemajuan Manokwai Menyimpan Cerita Menarik Tentang Kehidupan Suku Pedalaman Adalah Suku Arfak, Komunitas Asli Terbesar di Kabupaten Manokwari. Sesuai Namanya Mereka Tinggal di Pegunungan Arfak, Salah Satu Dataran Tinggi di Kabupaten Manokwari.

Salah Satu Kawasan yang Dihuni oleh Suku Arfak Adalah Distrik Kebar di Dataran Pegunungan Tambraw. Bepergian Ke Distrik Berpemandangan Indah Itu, Butuh Waktu Sekitar Lima Jam Perjalanan Darat Dari Kota Manokwari. Kesanalah Langkah Tim Topik Kita Tertuju. Wah Jalan Aspalnya Mulus, Maklum ini Jalan Trans Manokwari Sorong yang Dibangun Tahun 2007 Hingga 2010.

Ah Ternyata Tidak Semua Jalan yang Kami Lalui Mulus, Meski Pemerintah Setempat Terus Berupaya Membuka Isolasi Daerah Pedalaman.

KASET PDV3205438
TC:00:08:28:00-00:08:52:10:00
Ass. Pemirsa kembali lg di Topik Kita bersama saya Mercy Tirayoh. Saya sdng berada dalam perjalanan menuju salah satu distrik yg di huni oleh suku Arfak seperti ini yg tim topik kita alami saat menuju kesana. Menuju ke distrik kebar,di mAnokwari papua barat. Mobil yg kami tumpangi terperosok ke dalam lubang.. —— CUT DISINI..

Tim Topik Kita Beruntung Camp Pekerja Proyek Perbaikan Jalan Berada Tak Jauh dari Lokasi Tempat Mobil Kami Terperosok, Dan Kami Tidak Segan Meminta Bantuan. Perjalanan Berikutnya Lebih Menegangkan Mobil kami Harus Melalui Sungai yang Cukup Besar.

KASET PDV3202285
In frame di kali..
TC: 00:06:00:00- 00:06:32:00
(Untuk menuju distrik kebar salah satu distrik yg dihuni oleh suku arfak. Dari  kota manokwari ke distrik kebar kita hrs melewati sungai wariki ini, saat saya akan melintas, airnya landai, dan turun. Berbeda bila hujan dtng, air sungai wariki akan naik, tinggi yg berakibat pada akses pada terputusnya akses ke distrik kebar dari kota manokwari)

KASET PDV3202285
TC: 00:16:47:00- 00:17:00:00
Setelah menempuh perjalanan lima hingga 5 setengah jam dr kota manokwari, akhirnya saya tiba juga di distrik kebar, distrik yang dihuni oleh suku arfak.

Suku Besar Arfak Terdiri Dari Beberapa Sub Suku, diantaranya Suku Hatam, Suku Moilei, Suku Meihag, Suku Sohug dan Suku Mpur. Distrik Kebar Didiami Oleh Sub Suku Mpur. Suku Mpur Piawai Berburu, Meski Hanya Mengandalkan Peralatan Tradisional. Buruannya Hewan Berkaki Empat Seperti Rusa dan Babi Hutan.

KASET PDV3205438
TC: 00:03:10:00- 00:03:27:00
Salah satu kegiatan suku mpur, yang merupakan sub suku suku arfak pada malam hari adalah berburu. Alat yg mereka gunakan masih sangat tradisional, panah dan busur.

Kebersamaan Sangat Dijunjung Masyarakat disini, Salah Satunya Terlihat Seusai Berburu. Mereka Bersama-sama Mengolah dan Memasak Daging Hewan Buruan.

KASET PDV3202285
TC: 00:27:54:00- 00:28:18:00
(Setelah menempuh perjalanan panjang dan melihat aktivitas masyarakat suku arfak pada malam hari saya mau istirahat dulu..untuk melanjutkan bsk kita lihat aktivitas warga suku arfak disini).

Matahari Terbit, Geliat Aktivitas Masyarakat Suku mpur di Hari yang Baru Dimulai. Sinar Matahari Pagi Tertutup Kabut, Tetapi Pemandangan Indah Pegunungan Arfak Tetap Mempesonan. Ilalang dan Bukit Nan Hijau Terhampar, Membuat Sejuk Mata yang Memandang. Benar-Benar Surga Kecil nan Tersembunyi.

Meski Terletak di Pedalaman Nan Jauh dari Kota Manokwari, Kehidupan Masyarakat Suku Mpur Sudah Mengalami Perkembangan. Pola Kehidupan Masyarakat Suku Mpur Sudah mulai Berubah. Bila Sebelumnya Mereka Tinggal di Hutan Kini Mereka Mulai Hidup Berdampingan di Sebuah Kampung. Dikampung Akrin Distrik Kebar ini Mesalnya.

SYNC.
FRANS ABIJAI DAN YOSEPH AJAMI
TOKOH MASYARAKAT SUKU MPUR

KASET PDV3205437
TC: 00:07:50:00- 00:08:12:00
Krn semakin sdh melangkah, kemajuan, perkembangan buat masyarakat tidak di hutan, tp di kampung. Krn tinggal di kampung, kita bersekutu, aktif dalam ibadah

KASET PDV3205437
TC: 00:08:34:00- 00:09:17:00
Dulunya mereka orang tua kita belum mengenal perkembangan. Sehingga mereka hidup sendiri sendiri. Keluarga sendiri2.  Klo sekarang tidak. Kita buat satu kampung, ada gereja, ada pemerintah. Tinggal di hutan sudah tdk ada. Hanya untuk mata pencaharian berkebun.

Seperti Subu suku Arfak Lainnya, Rumah Asli Suku Mpur Adalah Rumah Kaki Seribu. Disebut Rumah Kaki Seribu Karena Dibangun dengan Konstruksi Rumah Panggung yang Memiliki Banyak Kaki Penyangga, Dan kulit Kayu Sebagai Dinding. Tetapi Seiring Perkembangan Jaman, Rumah Kaki Seribu Mulai Ditinggalkan, kini Mereka Mulai Tinggak di Rumah Panggung Berdinding Papan.

SYNC.
FRANS ABIJAI DAN YOSEPH AJAMI
TOKOH MASYARAKAT SUKU MPUR

KASET PDV3205437
TC: 00:07:17:00- 00:07:44:00
Suku mpur kita juga kaki seribu, tetapi akhir2 ini sudah tidak. Bukan sudah tidak ada, tp ada juga. Kita juga ada rumah kaki seribu seperti arfak. Di distrik ini pada umumnya, sebagaian besar hampir sudah tidak.

Masyarakat Suku Mpur Memeluk Agama Nasrani. Sebelum Misionaris Masuk, Mereka Menganut Kepercayaan Menyembah Benda Mati dan Arwah Nenek Moyang.

SYNC.
FRANS ABIJAI DAN YOSEPH AJAMI
TOKOH MASYARAKAT SUKU MPUR

KASET PDV3205437
TC: 00:09:35:00- 00:10:13:00
Dulu kita menganut kepercayaan.. Kepercayaan udh mati. Krn kedatangan ottow dan geisher di pulau mansinam. Dan paulus, di 12 des 1947. Disitulah injil beredar di daerah mpur.

KASET PDV3205437
TC: 00:10:44:00- 00:11:32:03:00
Dulu sebelum memahami injil secara baik, kami mememiliki kepercayaan tertentu. Misalnya seperti menyembah kayu. Biasa kalo dari sini ke daerah sana, ada satu pohon, klo lewat, hrs bakar daun, taru disitu menymebah disitu. Klo nggak, kepercayaannya makanan yg mereka bawan persedian mereka akan habis itu dulu sebelum injil masuk.

Berladang Menjadi Mata Pencaharian Masyarakat Disini, Meski Telah Mengalami Perkembangan Dalam Pola Kehidupan, Sebagian Masyarakat Masih Tetap Mempertahankan Kebiasaan Lama, Ladang Berpindah.

Memakai Baju Tradisional Dan Pergi Secara Berkelompok, Menjadi Ciri Khas Masyarakat Suku Mpur. Seperti yang dialakukan oleh Kelompok ini. Bersama-sama Mereka Bahu Membahu Membuka Lahan Baru untuk Bercocok Tanam.

Komoditas Andalan Masyarakat Disdtik Kebar adalah Kacang Tanah. Dalam Berladang Mereka Membawa Bekal Makanan. Lelah Membuka Lahan Baru Mereka Mengisi Perut Bersama.

Program Topik Kita yang Lain
Video Suku Pedalaman Manokwari Papua Barat di Topik Kita ANTV
Sarjana Instan di Program Topik Kita Antv
Video Sarjana Instan di Program Topik Kita Antv

 

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*